x aksarakaryamedia.net skyscraper
x aksarakaryamedia.net skyscraper

Minta Evaluasi Total, Ansor Jatim Sebut Beasiswa LPDP Justru Sering Didapat Mereka yang Secara Finansial Mampu

Avatar Redaksi

Pendidikan dan Kesehatan

Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, menyoroti persepsi publik bahwa program beasiswa yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terkesan lebih mudah diakses oleh kalangan tertentu yang secara ekonomi sudah mapan.

Menurutnya, berbagai persyaratan yang cukup berat, seperti standar kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) dan kriteria administratif lainnya, sering kali hanya dapat dipenuhi oleh mereka yang memiliki akses pendidikan dan fasilitas memadai. 

“Jika tidak ada afirmasi dan keberpihakan yang jelas, maka yang menikmati program ini bisa jadi hanya mereka yang secara finansial sudah kuat.,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong evaluasi total terhadap sistem rekrutmen dan arah tujuan program. Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk membuka akses yang lebih merata bagi putra-putri daerah, kalangan pesantren, dan kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses. 

Beasiswa negara, tegasnya, tidak boleh terkesan hanya untuk golongan tertentu, tetapi harus menjadi instrumen pemerataan dan keadilan sosial.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa para alumni LPDP, khususnya yang menempuh pendidikan di luar negeri, harus dipastikan kontribusinya bagi bangsa dan negara. Negara tidak boleh dirugikan oleh pihak-pihak yang justru dibiayai oleh uang rakyat. 

Setiap penerima beasiswa harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dan kembali dengan semangat pengabdian, bukan justru kehilangan orientasi nasional atau berpihak pada kepentingan asing.

PW GP Ansor Jawa Timur berharap penguatan sistem pembinaan, pengawasan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan menjadi bagian integral dari program beasiswa, sehingga investasi negara ini benar-benar melahirkan generasi unggul yang berintegritas dan setia pada kepentingan nasional.

Ansor Jawa Timur juga menyayangkan dan mengecam konten viral bertajuk “Cukup Saya WNI, Anak Jangan” yang dibuat oleh seorang penerima beasiswa LPDP. Konten tersebut dinilai melukai rasa kebangsaan dan mencederai semangat nasionalisme, terlebih disampaikan oleh pihak yang memperoleh pembiayaan pendidikan dari negara. (Red)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 12:36 WIB | Hukum dan Kriminal

Polri Dalami Perkara Dugaan Korupsi Kredit Perbankan, Koordinasi dengan Instansi Terkait Terus Dilakukan

Aksara karya Media.net | Jakarta - Polri terus melakukan pendalaman terhadap perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait fasilitas kredit perbankan yang ...
Sabtu, 17 Okt 2026 12:16 WIB | Hukum dan Kriminal

Gelorakan Semangat ‘Jogo Omah’, Kapolda Jatim Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Jaga Kamtibmas

Aksara Karya Media.net | Surabaya – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengajak seluruh jajaran Polda Jatim untuk semakin memperkuat kedekatan d ...
Sabtu, 17 Okt 2026 11:31 WIB | Hukum dan Kriminal

Polres Situbondo Gencarkan Razia Malam dan Edukasi Preventif, Cegah Peredaran Narkoba

SITUBONDO – Satresnarkoba Polres Situbondo Polda Jatim memperketat ruang gerak peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.  Komitmen pencegahan dan pe ...
Sabtu, 07 Mar 2026 11:45 WIB | News

Kasus Hipertensi Tembus 248 Ribu, Pemkot Surabaya Keluarkan Aturan Ketat Konsumsi GGL

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.10/ 5702/ 436.7.2/2026 tentang Pemberitahuan Pembatasan Gula, Garam, dan Lemak ...
Sabtu, 07 Mar 2026 05:00 WIB | News

Pastikan Keselamatan Berkendara, JPT Laksanakan Uji Kekesatan dan Ketidakrataan Jalan Tol Gempol–Pandaan

PT Jasamarga Pandaan Tol (JPT) terus upayakan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di ruas jalan tol Gempol-Pandaan, dengan melakukan pengujian terhadap ...
Jumat, 06 Mar 2026 13:50 WIB | News

Sarasehan IKA UINSA Malah Munculkan Calon Rektor dari Kalangan Guru Besar Perempuan

NUSABARU – Acara sarasehan yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Sunan Ampel (IKA UINSA) Kamis (5/3/2026) malam menjadi ajang kampanye bakal c ...