AksaraKaryaMedia.net SIDOARJO — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya terus berkomitmen memberikan pelayanan dan pembinaan yang humanis, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui fasilitasi kegiatan ibadah bagi warga binaan beragama Kristen di lingkungan Rutan Kelas I Surabaya.
Kegiatan ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Para warga binaan mengikuti rangkaian ibadah bersama, memanjatkan doa, serta mendengarkan firman Tuhan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan spiritual selama menjalani masa pembinaan.
Pelaksanaan ibadah ini merupakan bentuk perhatian Rutan Kelas I Surabaya terhadap pemenuhan hak beragama warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diberikan kesempatan untuk memperkuat iman, membangun ketenangan batin, serta menumbuhkan nilai-nilai kasih, pengharapan, dan kedamaian.
Baca juga: Polri Mutasi Tiga Pamen, Kapolres Sukoharjo Berganti di Tengah Proses Pemeriksaan Propam
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik.
“Setiap warga binaan memiliki hak untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Kami berkomitmen untuk memfasilitasi kegiatan keagamaan secara baik dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan yang humanis, sekaligus menanamkan nilai toleransi, kedamaian, dan saling menghormati di lingkungan Rutan,” ungkapnya.
Baca juga: Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Bapokting di Pasar Bangil dan Pandaan
Rutan Kelas I Surabaya akan terus mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan bagi seluruh warga binaan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kepercayaan, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan keamanan yang berlaku.
Melalui pembinaan yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan toleransi, Rutan Kelas I Surabaya berupaya menghadirkan lingkungan pemasyarakatan yang harmonis, serta mendukung warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat.(Red)
Editor : Redaksi