Hidupkan Gotong Royong Lewat Pasar Murah RW 07

Reporter : Redaksi

 

AksaraKaryaMedia.net Surabaya, – Kepedulian sosial tidak selalu diwujudkan melalui bantuan besar. Berbagi sesuai kemampuan dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bentuk nyata kepedulian. Semangat tersebut diwujudkan Sulistyani melalui kegiatan Pasar Murah Kampung Madani RW 07, Kelurahan Pegirian, Minggu (8/11/2026).

Baca juga: Diduga Pungli Korban Kecelakaan, Kini Oknum Polantas Diproses Sipropam Polres Pasuruan 

Sulistyani menjelaskan, kegiatan tersebut berawal dari dukungan kelurahan melalui program Kampung Madani yang mendorong setiap RW menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Untuk memperluas manfaatnya, ia berinisiatif melibatkan RT 01 hingga RT 09 agar program tersebut tidak hanya berjalan di tingkat RW.

Menurutnya, Pasar Murah bukan sekadar kegiatan jual beli, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan Kampung Madani kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga diajak memahami pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga: Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Viral Oknum Satlantas Polres Pasuruan Diduga Pungli 5 Juta Korban Kecelakaan 

Pelaksanaannya melibatkan seluruh RT dengan membuka meja kegiatan masing-masing. Dukungan juga berasal dari warga yang menyisihkan sebagian rezekinya, serta pengurus RT, RW, dan Kader Surabaya Hebat (KSH). Bantuan diberikan secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing.

Berbagai kebutuhan, seperti sayuran, nasi, telur, dan pakaian bekas, dijual dengan harga Rp3.000. Hasil penjualan dimanfaatkan untuk menambah dana agar kegiatan Kampung Madani dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Polres Blitar Lindungi Pelajar dari Bahaya Judol dan Kejahatan Siber melalui Program Polidik

Sulistyani menegaskan bahwa kegiatan tersebut dibangun atas dasar gotong royong dengan prinsip dari warga, kembali kepada warga. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dan kesadaran seluruh masyarakat.

Antusiasme warga RT 01 hingga RT 09 menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Melalui kegiatan ini, Sulistyani ingin menanamkan nilai bahwa kehidupan bermasyarakat akan lebih baik ketika warga saling peduli, mau berbagi, dan bersedia membantu tanpa harus menunggu memiliki kelebihan. Sebab, kepedulian bukan diukur dari seberapa besar yang diberikan, melainkan dari ketulusan untuk saling membantu. (Irfn Ali)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru